Liputan Blog Lakonet: Blogger bicara tentang Lakonet

Sungguh tiada disangka, jika blog Lakonet akan mendapat apresiasi yang sebegitu luasnya. Apa ini gara-gara virus Thukul yang menjual "kekatro'an" menjadi sesuatu yang lebih bernilai "uniK" oleh karenanya perlu dilestarikan, sehingga blog "wayang" yang tak kalah katrok ini ikut-ikutan terkena imbasnya?

Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Terserah para pemirsa lah. Bukankah di era serba post (posmodernisme, strukturalisme, feminisme, dan post-post yang lain sampai poskatrokisme:) otoritas pengarang sudah berbagi dengan otoritas pembaca? Maka selaku pengarang yang mencipta dan mereka-reka tokohnya, sudah seharunya Ki Dalang memberikan apapun tafsir yang diberikan oleh para pemirsa.

Blog Lakonet pertama kali beredar bulan November 2007. Ki Dalang sebelumnya sudah lama terkagum-kagum dengan medium blog yang dapat menyebarkan gagasan hanya dengan pengelolan yang sederhana. Lalu ide itu baru direalisasikan, dengan desain, dana managerial blog yang masih jauh di bawah standar tim kreatif mas Thukul apalagi eyang Ndoro Kakung:)

Nama yang disebut terakhir, telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam turut menyebarkan blog ini. Dari pantuan tim "teleklenik" Ki Dalang, setelah direview Ndoro Kakung, blog ini makin rame. Terima kasih untuk Ndoro atas apresiasinya dan "penjualan karcis" nonton wayang gratisnya alias limpahan pengunjung ke blog ini. Baca liputan Ndoro Kakung "Lakonet Pecas Ndahe"

Sebelum Ndoro Kakung, Mas Duljoni telah menulis review di forum Angkringan, yang kalau tak salah tempat nongkrongnya para blogger Jogjakarta. Terima kasih Mas. Kehadiran Anda adalah tangan-tangan tuhan, yang kendati tak saya undang telah memberikan uluran tangan.

Liputan perdana blog Lakonet ini dimuat di rubrik blog suaramerdeka.com. Terima kasih. Matur Suwon.

Dan tak ketinggalan, "penggemar gelap" ki dalang adalah seseorang di balik blog ningrat.com yang telah dengan sukarela dan bahkan tak mau dikenal namanya telah menyebarluaskan setiap gagasan Ki Harsono Siswocarito. Manusia ini sangat baik sekali, bahkan kelewat baiknya.

Oh ya, ide Lakonet kali pertama dikirim ke portal Wikipedia (versi Jawa, Sunda, Indonesia, dan Bahasa Inggris). Awalnya oleh pengelola ditolak, karena tak ada tautan referensi. Yang benar saja, saat itu memang belum ada referensi tentang lakonet dalam bahasa Indonesia.

Dalam waktu dekat, mengingat semakin populernya blog ini, maka akan disediakan halaman khusus yang memuat ulasan terhadap blog lakonet dan juga forum. Rencananya juga, Ki Dalang juga akan mengadakan kontes menulis lakon. Lebih detailnya, akan dipaparkan dalam posting selanjutnya.

4 komentar:

  ndoro kakung

6 April 2008 21.51

senang bisa membantu sampean, ki dalang.

  BUDI MARYONO

4 Juni 2008 09.11

Tenan aku kaget. Aku kaget tenan. Suer!

  Wiwien Wintarto

4 Juni 2008 21.54

aku juga dulu nulis wayang mbeling di suaramerdeka, waktu editore masih bapakku, hehe.. nepotisme!
salam kenal...

  Ki Harsono Siswocarito

18 Juni 2008 02.17

ndoro, matur nuwun sanget.
budi, lha kok kaget, napa, kang?
wiwien, jenengan wayahipun pak martoyo, nggih?

 
Creative Commons License
eXTReMe Tracker